Ayo Daftar Jadi Delegasi Indonesia di Konferensi TUNZA 2011 (diperpanjang)

tunza

Picture Credit to: http://www.unep.org/tunza/

Berdasarkan informasi dari official website TUNZA 2011, pendaftaran untuk peserta dari Indonesia diperpanjang hingga tanggal 8 September 2011.

TUNZA Conference 2011;

The United Nations Environment Programme (UNEP) in collaboration with the Government of Indonesia will be organizing its Tunza International Children & Youth Conference on the Environment , from 26 to 30 September 2011. It will bring together 1400 children and youth, to discuss their role and inputs to the upcoming United Nations Conference on Sustainable Development ” Rio+20″.

Under the slogan ‘Reshaping Our future through A Green Economy and Sustainable Lifestyle’. The conference will also review the contribution of youth to the International Year of Forests and how they can adopt more environment-friendly lifestyles.

The conference themes are Rio + 20 (Green Economy) / Green Lifestyles, Forests, Sustainable Consumption and State of the Global Environment from the youth perspective.

Registration

Pendaftaran Peserta Konferensi UNEP TUNZA 2011 untuk Warga Negara Indonesia kembali dibuka hingga 8 September 2011.

Kriteria Peserta Konferensi TUNZA 2011 :

  • Warga Negara Indonesia
  • Untuk anak-anak berumur 10 – 14 tahun (dilampirkan akte);
  • Untuk Pemuda berumur 15 – 25 tahun
  • Bisa berbahasa Inggris dapat dibuktikan dgn toefl atau sertifikat kursus, atau surat rekomendasi dari sekolah/institusi yang relevan
  • Berbadan sehat dibuktikan dengan surat keterangan dokter, dan terbuka untuk peserta berkebutuhan khusus (disable)
  • Aktif dalam organisasi atau anggota club lingkungan dengan melampirkan CV lengkap;
  • Peserta yang sedang melakukan atau menjalankan project terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan akan mendapatkan nilai tambah
  • Mempunyai wawasan yangmemadai tentang lingkungan (setiap peserta wajib mengisi form yang kita berikan);

Deadline untuk semua pendaftaran (peserta anak-anak dan pemuda) : 8 September 2011. Segera kirim seluruh syarat. ke: dini.margono(at)yahoo.com dan fitrinovitasari85(at)yahoo.com, dengan cc ke: paramithagracia(at)yahoo.com 

Catatan :

Calon Peserta diwajibkan mengisi formulir pendaftaran dan melampirkan sertifikat bahasa inggris atau Toefl, serta sertifikat atau penghargaan lainnya.

DOWNLOAD KRITERIA PESERTA DAN PENDAMPING DI SINI
DOWNLOAD FORMULIR PENDAFTARAN ANAK-ANAK (CHILDREN) DI SINI
DOWNLOAD FORMULIR PENDAFTARAN PEMUDA (YOUTH) DI SINI 

Event:

26 September – 1 October 2011
Sasana Budaya Ganesha
Bandung – Indonesia

It’s time for you to be an Indonesian delegation, good luck

Source: http://tunza2011.org/index.php/register

Poverty in Indonesia and in the United States

Indonesia

“One day our grandchildren will go to museums to see what poverty was like.” Muhammad Yunus (Grameen Bank co-Founder)

Flag of Indonesia

Before I write about poverty in Indonesia and US, there’s two kind of poverty level; First, absolute poverty which is refer to being unable to afford basic human needs including clean water, health care, nutrition, clothes and shelter. Second, relative poverty which is refer to lacking a usual acceptable level of resources or income compare with others in their society or country level.

So, from those two poverty level, we can conclude that poverty means the condition where one person or a group of people who lack the certain amount of material or money to live their life.

Indonesia with its more than 17,000 islands is facing the poverty problem and it’s a widespread issue in recent years. Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) in March 2010 stated that;

  • The number of poor people in Indonesia (the population with per capita income below the poverty line) in Indonesia reached 31.02 million (13.33% population), down 1.51 million peoples from 32.53 million (14.15% population).
  • During the period of March 2010, the poor in urban areas decreased 0.81 million (from 11.91 million in March 2009 to 11.10 million in March 2010), while in rural areas decreased 0.69 million people (out of 20.62 million in March 2009 to 19.93 million in March 2010).
  • The percentage of poor people between urban and rural areas has not changed much during this period. In March 2009, 63.38% of the poor are in rural areas while in March 2010 increased into 64.23% of total poor people.
  • The role of food commodities to the poverty line is much greater than the role of non-food commodities (i.e; housing, clothing, education and health. In March 2010, food donates 73.5% poverty line while in March 2009 in 73.6% level.
  • Food commodities that affect the poverty line are rice, cigarette filters, sugar, eggs, instant noddles, onion, coffee, tempe and tofu. For non-food commodities are the cost of housing, electricity, transportation and education.

I’m quite shock that cigarette filters affect the poverty line.  How come? (that’s a question that we have to solve!).

Flag of the United States

What about Poverty in the United States? Please find it in the following graphic..!

I Miss School: Baruah Gunuang

SDN 05 Baruah Gunuang Welcoming Gate

Last week after presenting my research in the 3rd IRSA International Institute in Andalas University, Padang I extend my day in West Sumatra by visiting my old home town, Payakumbuh. My Mom and Dad already move to Payakumbuh since 2 years ago and before moved, they live in Baruah Gunuang, a small village in Lima Puluh Kota Regency.

On July 24 2011, Sunday afternoon together with Adi Putra, my cousin that live in Bangkinan we visited our big family in Baruah Gunuang. I met with my grandma and other families. There’s one story that remain me of Baruah Gunuang and that’s about education. I spent my 1st grade until 5th grade elementary school in one of the oldest school in Baruah Gunuang which is Sekolah Dasar Negeri 56 (SDN 56), Baruah Gunuang and recently change into Sekolah Dasar Negeri 05 (SDN 05), Baruah Gunuang.

Just like what the other said about childhood time, we really having fun playing the game “catch me if you can” by climbing up to the trees and if someone hit the ground. He/she must catch another player so he/she can change the catcher. That’s a fun game and need high precision and mental to climb and jump from ont trees to other trees.

Well, during the “extra vacation time”, I’ve visited my old school and I grab some pictures with a DSLR camera that I borrowed from my friend, Enjun.

This slideshow requires JavaScript.

TUNZA International Children & Youth Conference on the Environment


TUNZA International Children & Youth Conference on the Environment

TUNZA International Children & Youth Conference on the Environment
Organised by United Nations Environment Programme in cooperation with the Government of Indonesia
Bandung, Indonesia
26 – 30 September 2011

THEME: Reshaping Our future through A Green Economy and Sustainable Lifestyle

The United Nations Environment Programme (UNEP) in collaboration with the Government of Indonesia will be organizing its Tunza International Children & Youth Conference on the Environment , from 26 to 30 September 2011. It will bring together 1400 children and youth, to discuss their role and inputs to the upcoming United Nations Conference on Sustainable Development ” Rio+20″. Under the slogan ‘ Reshaping Our future through A Green Economy and Sustainable Lifestyle’.

The conference will also review the contribution of youth to the International Year of Forests and how they can adopt more environment-friendly lifestyles. The conference themes are Rio + 20 (Green Economy) / Green Lifestyles, Forests, Sustainable Consumption and State of the Global Environment from the youth perspective.

More info: http://unep.org/tunza/youth/conferences_events/tiyc2011/
Apply******Nominations must be submitted to UNEP on or before 30 June 2011*******

For further information on the conference, please contact:

The Children and Youth / Sport and the Environment Unit
Division of Communications and Public Information
Email:children.youth@unep.org
Fax: +254 -20-762 3927

*** Go and join this prestigious event.

Malang yang Begitu Menggoda

Malang, East Java

Gedung Balaikota Malang, Jawa Timur, Indonesia

Pada hari Selasa, 14 Juni 2011 kemaren saya mendapatkan undangan untuk menjadi pembicara di acara Malng Youth GREENeration (MyG) yang diselenggarakan oleh teman-teman mahasiswa Universitas Brawijaya. Berdasarkan informasi dari panitia acara ini terlaksana karena proposal mereka berhasil menjadi salah satu pemenang pada kompetisi Kompas Kampus & Tupperware Indonesia dan dari Jawa Timur hanya Universitas Brawijaya dan ITS yang menang. Selamat buat panitia.

Senin, 13 Juni 2011 saya berangkat menuju Malang dengan pesawat Batavia Air dan sebelumnya menempuh perjalanan darat selama 4 jam dari Bandung. Perjalanan mulus kecuali insiden delay pesawat hingga 20 menit. Setibanya di Malang, saya langsung dijemput oleh Ade Candra, LO selama acara MyG.

Kembali lagi ke judul tulisan ini yaitunya Malang yang Begitu Menggoda, pagi hari tanggal 14 Juni 2011 teman saya yang juga seorang dosen di Universitas Brawijaya, Mas Slamet Budi Cayo atau yang biasa dipanggil MasBro mengantarkan saya jalan-jalan keliling Malang.

Sepanjang perjalanan saya sangat kagum dengan kebersihan kota Malang dimana saya bahkan tidak menemukan sampah yang berceceran di jalanan ataupun pinggir jalan, ini bisa saja si MasBro sengaja membawa saya berkeliling daerah yang memang sampah-nya tidak ada mungkin ya. Tetapi ini adalah salah satu kondisi yang bagus menurut saya yang saya temukan di Malang. MasBro juga membawa saya ke deretan kota tua atau istilah bulenya down town dimana bangunan-bangunan tua kota Malang masih tetap dihuni oleh penduduk dan tidak dibiarkan terbengkalai.

Deretan pepohonan di tepi jalanan juga menjadi salah satu nilai lebih dari Kota Malang, jika dibandingkan dengan kota Bandung, Malang masih mempunyai jumlah pepohonan yang lebih banyak. Menurut saya ini juga karena jumlah penduduk kota Malang yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan Kota Bandung sehingga pemerintah bisa menekan laju penebangan pohon. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010, Penduduk kota Bandung sebanyak 2,393,633 jiwa, sedangkan kota Malang sebanyak 816,637 jiwa pada tahun 2008 (25% kota Bandung).

Karena hari masih pagi akhirnya kami memutuskan untuk sarapan Nasi Rawon di kawasan Kampung Arab, saya sendiri lupa itu lokasinya di jalan apa. Selesai makan nasi rawon yang telah berdiri semenjak tahun 1943 tersebut kami berangkat ke daerah Batu untuk membeli oleh-oleh mengingat saya akan pulang ke Jakarta jam 2.45.

Pada jam 12.20 siang saya membawakan presentasi yang berjudul “The Future is in Youth Hand” yang tujuannya untuk berbagi pengalaman dan memotivasi generasi muda Malang untuk berkarya dan terjun aktif di berbagai hal selama berkuliah terutama di bidang lingkungan, karena semakin hari semakin banyak program-program berbasis lingkungan yang ditujukan untuk generasi muda.

Sesi tanya jawab hanya untuk dua penanya karena waktu yang sangat terbatas berhubung keberangkatan saya ke Jakarta dengan Sriwijaya Air. Saya sendiri sebenarnya ingin waktu yang sedikit lebih lama lagi untuk sesi tanya jawab, semoga dalam waktu saya kembali ke Malang.

Berikut presentasi yang saya bawakan dan silahkan untuk didownload.

Bersiap menuju acara Malang Youth Greeneration, Universitas Brawijaya, Malang

Malang Youth Greeneration Poster + Gruvi

Malang Youth Greeneration Poster

Setelah menjadi pembicara di acara Future Leader Summit 2011 dan Youth & Environment, saya kembali mendapatkan undangan untuk menjadi pembicara di acara lingkungan pada acara Malang Youth Greeneration: Menuju Ambang Batas yang diadakan oleh mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Tengah.

Acara Malang Youth Greeneration sendiri berlangsung selama 2 hari yaitu pada tanggal 13-14 Juni 2011 dan saya diundang menjadi narasumber untuk acara talkshow tentang “Green Living” bersama 2 narasumber lainnya yaitu; Inez Tagor (artis) dan juga Pak Yadi (dosen IPB) yang akan berlangsung pada hari Selasa, 14 Juni 2009 dari jam 08.00 hingga jam 12.00 WIB.

Ini pastinya akan menjadi acara yang sangat menarik karena bagi saya, selama saya mengisi acara seputar lingkungan, saya tidak hanya berbagi tetapi saya juga mendapatkan pengetahuan baru dari para peserta seminar. Saya percaya bahwa semakin banyak kita berbagi, semakin banyak kita mendapatkan sesuatu yang baru dan satu lagi seperti yang dikatakan oleh Steve Jobs, pendiri Apple, Stay Hungry Stay Foolish.

Tentang Malang Youth GREENeration

Malang Youth GREENeration (MyG) adalah gerakan kepemudaan untuk menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman dan berseri. Gerakan utama MyG adalah Green Living, mengajak dan menyadarkan pemuda-pemudi Malang Raya untuk hidup bersahabat dengan lingkungan. Salah satu strateginya adalah kampanye mengurangi sampah plastik sekali pakai. Group ini akan di launching pada tanggal 13-14 Juni 2011 di Samantha Krida, Universitas Brawijaya.

#Agenda Kegiatan
Day 1 (13 Juni)
>> PAWAI HIJAU (kompetisi kampanye Greenliving)
>> Workshop Photography “GREEN JOURNALISTIC”
Day 2 (14 Juni)
>> Talkshow Greenliving
>> FINAL Duta GREENeration dan Lomba Jingle
>> Ikrar GREENeration

Info lebih lanjut :
Blog: http://www.youthgreeneration.blogspot.com/
Facebook: http://www.facebook.com/home.php?sk=group_102287486529568
Twitter: http://twitter.com/#!/my_greeneration

See you in Malang, Youth GREENeration

Liputan Acara Youth & Environment oleh Radio SmartFM dari @america

Youth and Environment

Kak @ValerinaDaniel & @yangkiimade

Semenjak pertama kali mengunjungi AtAmerica @atamerica bersama dengan Lidwina Marcela (@cellacea), Olivia D. Purba (@odianina) & Alanda Kariza (@AlandaKariza) pada awal Januari 2011 yaitunya setelah menghadiri undangan makan malam bersama dengan Ted Osius, Deputy Chief of Mission U.S. Embassy Jakarta, sempat terbersit di pikiran saya bahwa suatu hari nanti saya harus berbicara di @atamerica. Saya berencana akan membuat buku seputar pengalaman selama Summer School di Amerika Serikat begitu juga dengan Cea & Oliv.

Kemaren pada hari Jumat (27 Mei 2011) saya mendapatkan Undangan mengisi talkshow dengan tema “Youth & Environment” yang diadakan oleh Radio SmartFM (@radiosmartfm) dalam rangka ulang tahun SmartFM yang ke 15. Ini seperti sebuah keajaiban dan keberuntungan karena tanpa disangka-sangka saya mendapatkan kesempatan untuk berbicara di AtAmerica.

Acara dimulai dengan penampilan Rendy “Arai” Ahmad membawakan beberapa lagu termasuk Jason Mraz “Life is Wonderful”, Ipang “Apatis” yang merupakan OST Sang Pemimpi serta lagu ciptaan Rendy sendiri yang berjudul “Rintih” yang didedikasikan untuk bumi yang sedang merana akibat ulah manusia.

Pada acara ini terdapat 5 pembicara yang sangat mumpuni di bidangnya;
1. Rendy “Arai” Ahmad (@simponi10)
Rendy Ahmad adalah memerankan Arai di dalam Film Sang Pemimpi sehingga dia juga dikenal dengan nama Arai tersebut. Rendy tergabung di dalam Sindikat Musik Penghuni Bumi yang tujuannya untuk .

2. Mohammad “Pemulung” Baedowy (http://baedowy.com)
Mas Baedowy mencantumkan pemulung sebagai pekerjaannya karena memang pekerjaannya adalah memulung sampah yang disulap menjadi dolar. Mas Baedowy mengolah sampah plastik dengan mesin modifikasi sendiri dan sukses membina 60 mitra yang melibatkan ratusan pemulung. Tak heran kalau dia dinobatkan menjadi juara di berbagai ajang dan menurut dia, dia adalah satu-satunya pemulung yang mempunyai website pribadi.

3. Yangki Imade “Sahabat Hutan” Suara (@yangkiimade)
Fresh graduate dari Ilmu Ekonomi & Studi Pembangunan (IESP) FE Unpad ini bersama dengan 5 generasi muda Indonesia & Jerman (Rima, Mia, Hanna, Lena & Gerrit) tergabung dalam proyek Forest Friends yang merupakan kolaborasi dari WWF-Indonesia & WWF-Jerman dimana pada tahun ini telah dimulai penanaman 60,000 pohon di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau, Sumatra. Selain itu, Yangki juga merupakan pendiri Kandank Ilmu, sebuah komunitas sosial yang bertujuan memudahkan mahasiswa untuk mendapatkan materi kuliah.

4. Gigin “Horta” Margiansyah
Pria lulusan IPB angkatan 2002 ini menjadikan Boneka Horta sebagai salah satu media untuk mendidik anak usia muda. Boneka Horta yang terbuat dari serbuk kayu ini jika disiram dengan air, maka akan tumbuh rumput di kepalanya dan nantinya anak usia muda akan diajarkan juga bagaimana menyiramnya serta menjaga agar rumput tidak mati.

5.  Valerina “Duta Lingkungan” Daniel (@ValerinaDaniel)
Kak Valerina Daniel yang telah kondang terlebih dahulu semenjak ia terpilih menjadi None Jakarta 1999, runner-up Putri Indonesia 2005 dan pada tahun 2007 dia menjadi Duta Lingkungan Hidup. Saat ini Kak Valerina adalah pembawa acara berita di SCTV. Berdasarkan obrolan singkat dengan Kak Valerina, dia baru saja menamatkan masternya dari Monash University setelah mendapatkan beasiswa The Australian Leadership Award (ALA). Kak Valerina ternyata juga mempunyai darah Minang dimana Maninjau adalah kampung halamannya dan ternyata temannya sahabat saya juga yang bernama Gracia Paramitha (@GraciaParamitha).

Acara talkshow dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama diisi oleh Mas Baedowy & Rendy dipandu oleh Kak Riri Artakusuma (SmartFM) dan sesi kedua yang diisi oleh Yangki, Gigin & Kak Valerina dipandu oleh Kak Darryl (SmartFM).

Konsep talkshow ini adalah tanya jawab tanpa slide presentasi karena acara ini ternyata disiarkan secara live on air di Radio SmartFM. Pertanyaan yang diajukan oleh Kak Darryl kepada saya adalah tentang kesibukan saat ini, apa yang membuat saya tertarik di bidang lingkungan serta selama ikut acara konferensi/kongres lingkungan bagaimana perbandingan kepedulian pemuda asing dan pemuda Indonesia seputar lingkungan?

Mulailah saya bercerita tentang Kandank Ilmu yang mulai didirikan semenjak tahun 2008 bersama teman-teman di divisi R&D HIMA IESP Unpad, kemudian pengalaman mewakili Indonesia di acara konferensi lingkungan di luar negeri serta juga kesibukan saat ini di Forest Friends yang tujuan utamanya adalah menyelamatkan habitat harimau Sumatera dengan menanam pohon di Taman Nasional Tesso Nilo, tujuan lainny adalah melestarikan alam serta membawa benefit bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Tesso Nilo. My next target is empowering Indonesian youth, karena hidup ini akan lebih bermakna ketika kita memberikan nilai positif bagi orang lain.

Sebelum menutup acara sesi kedua, Mas Darryl memberikan kesempatan bagi pembicara untuk menyampaikan kata penutup. Saya bertanya kepada penonton;
“How old are you in 2050?”
Kemudian saya melanjutkan, pada tahun 2050 saya akan berumur 61 tahun dan saya ingin melihat hutan yang masih hijau yang menyediakan udara yang segar yang bisa kita hirup setiap harinya.

What about you, How old are you in 2050?

Berikut beberapa kutipan dari para pembicara termasuk dari

“Saya mempunyai nazar bahwa saya akan mengajarkan orang lain apa yang saya bisa” – M. Baedowy

“Kita hidup di bumi yang hanya satu-satunya, jadi mari kita jaga bumi kita dengan baik” – Rendy Ahmad

“Prestasi adalah saat kita bermanfaat bagi orang lain” – Gigin Margiansyah

“Kita hidup harus memiliki nilai, dampak positif bagi diri sendiri dan orang lain” – Valerina Daniel

“Selain berkompetisi, kita juga harus berkolaborasi dengan orang lain untuk memberikan prestasi yang lebih baik” – Yangki Imade Suara

Videonya bisa disaksikan berikut ini, sesi saya dimulai pada pada menit ke 90-120 (1 jam 30 menit hingga 2 jam)

This slideshow requires JavaScript.

Ecosystems of the World

Source: http://www.onlineschooling.net