Laporan Akhir Festival Minangkabau 2011

Setengah Abad Gonjong Limo Bandung

Setengah Abad Gonjong Limo Bandung

Hampir sebulan yang lalu tepatnya pada tanggal 22-24 April 2011, Gonjong Limo Bandung (G5B) bersama dengan Muda Mudi Gonjong Limo (MMGL) Bandung mengadakan acara Festival Minangkabau dalam rangka memperingati acara ulang tahun ke-50 Gonjong Limo Bandung. Acara berlangsung selama 3 hari di Jalan Braga, Bandung dan juga di Gedung New Majestic. Saya sendiri semenjak tahun 2006 telah bergabung bersama keluarga Muda Mudi Gonjong Limo (MMGL) Bandung dan hingga saat ini masih menjadi salah satu pengurus di MMGL Bandung dan merasakan menjadi panitia di acara Festival Minangkabau 2011, acara festival terbesar yang pernah diadakan oleh Gonjong Limo Bandung (G5B).

Setidaknya terdapat 10 rangkaian acara yaitunya;

Lomba Futsal Antar Organisasi Mahasiswa se-Bandung

Lomba futsal yang diikuti oleh 16 organisasi mahasiswa ini pada akhirnya dimenangkan oleh UPBM (Unit Pencinta Budaya Minang) Universitas Padjadjaran yang di partai final mengalahkan Muda Mudi Gonjong Limo (MMGL) Bandung.

Pameran Pariwisata dan Bazar Kuliner

Stand pameran yang disediakan oleh panitia diisi oleh perwakilan dari dinas Budaya & Pariwisata kota-kota dan kabupaten yang ada di Sumatera Barat. Selain itu, bazar kuliner juga menjadi salah satu daya tarik acara festival ini karena tersedia beragam makanan khas minang seperti Sate Danguang-Danguang, Gulai Randang serta makanan ringan seperti Sanjai Balado, Karupuak Jariang, Randang Talua dan masih banyak lagi.

Lomba Manatiang Piriang

Lomba ini terinspirasi oleh lomba yang sejenis yaitunya lomba membawa botol wine di atas nampan sambil berlari yang menjadi tradisi Prancis, maka panitia mengadakan lomba manatiang piriang (membawa piring yang berisi makanan khas minang dan sambil berlari/berjalan), seperti yang sering kita lihat di rumah-rumah makan minang, pelayannya membawa belasan piring makanan dengan tangannnya. Pemenang lomba ini salah satunya membawa 26 piring makanan sendiri tanpa bantuan orang lain.

Basaluang

Basaluang (main seruling) menjadi salah satu tradisi khas daerah minang, melalui permainan saluang berbagai pesan dapat disampaikan dengan guyonan khas minang.

Lomba Vokal Grup Antar SMA se-Bandung

Untuk terus menjaga keberlangsungan budaya Minangkabau, panitia mengadakan lomba vokal grup menyanyikan lagu khas Minangkabau yang diikuti oleh 5 SMA se-Bandung. Jika anda orang minang pasti anda akan terkagum-kagum dengan penampilan totalitas dari 5 SMA ini, saya sendiri yang mendengarkan lagunya langsung bertanya-tanya “Mereka (penyanyi) bukannya orang Minang?” karena irama dan alunan lagunya yang sangat luar biasa.

Permainan KIM

Siapa yang tahu Bingo? Permainan KIM ini sejenis dengan permainan Bingo dimana ada penyanyi yang akan menyanyikan lagu yang diselingi dengan penyebutan angka-angka dan para penonton akan mencoret angka yang dia dengarkan pada sebuah kertas yang mereka miliki. Bagaimana mencari pemenang? Pemenang adalah orang pertama yang menyisakan angka terakhir yang tidak disebutkan oleh penyanyi. Sangat menarik bukan?

Donor Darah

Bekerjasama dengan PMI Cabang Bandung, panitia juga mengajak pengunjung Festival Minangkabau untuk mendonorkan darahnya. Acara donor darah berlangsung pada hari Sabtu, 23 April 2011 selama 2 jam dari jam 10 pagi.

Pagelaran Unit Kesenian Kampus & Daerah

Untuk meramaikan panggung luar, panitia mengundang unit-unit kesenian yang ada di Bandung untuk berpartisipasi menampilkan tari minang. Unit Kesenian Unpad (UPBM) menampilkan Tari Piring dan diakhir tari para penari menginjak-injak piring tanpa alas kaki. Beresa seram tapi itulah seni dan para penari sama sekali tidak terluka. Selain UPBM, ada lagi unit kesenian dari Sumbar yang menampilkan Tari Payung dan beberapa lagu khas minangkabau

Pagelaran Sendratari “Rantak Minangkabau”

Pagelaran Sendratari Rantak Minangkabau ini adalah acara puncak dari Festival Minangkabau dimana Muda Mudi Gonjong Limo (MMGL) Bandung bekerjasama dengan Da Anto (Alfianto) sebagai art director beserta Mak Pon (Maspon) dan Da Yal (Syahrial Tando) sebagai penata musik menampilkan cerita tentang asal muasal Minangkabau.

Ramah-Tamah Keluarga Besar Gonjong Limo

Acara terakhir pada hari Minggu yaitunya ramah taman Keluarga Besar Gonjong Limo masih bertempat di Gedung New Majestic yang diikuti oleh alumni Muda Mudi Gonjong Limo Bandung dan juga para keluarga besar pengurus Gonjong Limo Bandung. Acara berlangsung dari pagi hingga sore. Kegiatan pengumpulan dana adalah salah satu bagian dari acara ini untuk melanjutkan pembangunan asrama putri Gonjong Limo Bandung untuk tempat tinggal mahasiswi dari Payakumbuh, 50 Kota dan sekitarnya selama mereka kuliah di Bandung.

| Muda Mudi Gonjong Limo Bandung | Gonjong Limo Bandung |

This slideshow requires JavaScript.

Yangki Imade Suara from Bandung, Indonesia

Twitter@yangkiimade

Forest Friends : Together we help the Indonesian Rainforest

Right-Left: Yangki, Rima, Lena & Mia (Forest Friends Indonesia & German) (C) Rima's picture

Two countries, 11.000 kilometers away from each other, and so different in many ways. But they have also a lot of things in common – in Germany as well as in Indonesia many young people care about the future of their environment. Indonesia’s forests belong to the most biologically diverse habitats on Earth. They also keep the global climate balanced. Forest Friends is an initiative by WWF-Germany’s Youth Program “WWF-Jugend” in collaboration with WWF-Indonesia.

This Forest Friends project started in the end of May 2010 and end by September 2010. During this four month, Forest Friends team gather 6,378 fans and converted into trees plantation with total 63,780 trees will be planted this year (2011) in Tesso Nilo.

SUMATRA ISLAND & INDONESIA

The Indonesian Island of Sumatra is the only place in the world where tigers, orang-utans, elephants, and rhinos occur together in one island. This island has diverse natural forest types; represents the high plant biodiversity of mountainous tropical rainforest, lowland, and peat swamp forest. Sumatra is also high in plant endemism and is estimated to contain the largest store of peat carbon in Southeast Asia under its peat forests.

Yet Sumatra has seen the highest rate of natural forest loss not only in Indonesia but also in the world, due to transmigration, pulp & paper and palm oil production, and other development. Between 1985 and 2007, the island lost 12 million hectares of natural forest, a 48% loss in 22 years. By 2007, the island had only 30% forest cover (around 13 million hectares).

And this loss has substantial consequences not only on the biodiversity of the island and its people but also on our climate: gigantic masses of CO2 are released into the atmosphere. Should the deforestation of those precious woods be kept up at this pace, in 2020 there will be no natural forests left. It is time to act now!

But Indonesia is not the only place to suffer from deforestation and its consequences. The destruction of forests is a problem across the world: Every year a total of 13 Million hectars of forest are destroyed across the globe.

FOREST FRIENDS TEAM

Lena (German) & Rima (Indonesia) (C) WWF-Jugend

Lena Gottschalk (German)

She’s studying Political Science in Georg-August-Universität Göttingen (University of Göttingen) which is located in Göttingen City. Her hometown was in Burgdorf, Niedersachsen, Germany.

Rima Putri Agustina (Indonesia)

Rima is a long lasting environment activist, she’s working in Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi (YPBB), Bandung, West Java, Indonesia. She’s graduated from Bandung Institute of Technology (Institut Teknology Bandung – ITB) from with bachelor degree in Ecology.
 

Visit their blog http://www.wwf-jugend.de/community/channel.php?channel_id=1

Yangki (Indonesia) & Hanna (Germany) (C) WWF-Jugend

Yangki Imade Suara (Indonesia)

That’s me, I just graduated from Padjadjaran University with Bachelor Degree in Economics. Since the end of 2008 I started to continue my interest in environment and I got so many chance to travel abroad, met new young people and distinguished scholar that focussed in environment but also in other field that related with environment.
 

Hanna Stanke (German)

Hanna had her bachelor degree from Fachhochschule Münster (Münster University of Applied Sciences), she’s working in Hamburg Department now and recently doing bike tour around German started from March 24, 2011.

Visit their blog http://www.wwf-jugend.de/community/channel.php?channel_id=3

Mia (Indonesia) & Gerrit (German) (C) WWF-Jugend

Mia Amelinda (Indonesia)

Mia is an undergraduate student and she’s studying Criminology in University of Indonesia. She’s active in Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) and also Global Citizen Corps Indonesia (GCCI) as well with her involvement in some international conference.
 

Gerrit Köchling (German)

Gerrit went to Vardaman High School and he lives in Dortmund nowadays. He likes to play soccer and talk with him about Borussia Dortmund.

Visit their blog http://www.wwf-jugend.de/community/channel.php?channel_id=2

Right-Left: Yangki, Rima, Lena & Mia (Forest Friends Indonesia & German) (C) Rima’s picture

Yangki Imade Suara from Bandung, Indonesia